| Mujizat Para Nelayan |
| Kamis, 17 September 2009 | ||
kegagalan. Tuhan melihat saudara bukan sebagai pecundang. Tetapi Dia melihat potensi saudara. Pada saat Roh Kudus turun, Dia membuka mata kita supaya kita bisa melihat potensi hidup kita dan Tuhan tuntun kita untuk menemukan tujuan hidup kita. Kita adalah orang-orang luar bisa, Tuhan adalah sumber segala potensi. Kalau tiap hari saudara berjalan dalam potensi Allah, itu adalah suatu yang luar biasa. Dalam kehidupan sehari-hari potensi kita(=jala) bisa terwujud. Seringkali kita merasa mimpi kita tidak mungkin terwujud, tidak ada yang bisa dibanggakan. Seperti keadaan 2 nelayan yang saat itu bekerja keras semalam-malaman, mencoba yang terbaik. Tetapi tidak mendapatkan apa-apa, namun pada hari itu mereka akan mengalami sesuatu yang luar biasa, akan menemukan tujuan hidup yang sebenarnya, Demikian juga dengan saudara yang akan menerima tujuan hidup dari Tuhan pada hari ini. Ada 2 hal yang menjadi tujuan hidup kita tercapai : Pertama, Tuhan masuk kedalam kehidupan kita. Kalau Tuhan Yesus masuk kedalam perahu saudara, ada jaminan bahwa Dia akan melakukan mujizat dalam hidup saudara (Lukas 5:3-4). Tuhan mau mengubah dari yang biasa menjadi luar biasa. Karunia dan talenta dalam hidup saudara akan dimaksimalkan Tuhan. Kedua, Mendengarkan suara Tuhan. Hidup Petrus dan Yohanes diubah karena mereka mendengarkan suara Tuhan pada malam itu. Di tengah kegagalam Simon Petrus, ia mendengarkan suara Tuhan, dengan satu perkataan Firman Tuhan, satu kalimat dari Tuhan, akan mengubah hidup saudara. Suara yang harus didengar adalah Voice Of Faith (suara iman) “Petrus tebarkan jalamu”. Ketiga, Melakukan perintah Tuhan. Untuk dapat berhasil menemui tujuan hidup serta mendapatkan mujizat dalam hidup saudara, saudara harus melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Seperti apa yang dilakukan Petrus waktu Tuhan berkata "….Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. (Lukas 5:4). Kemudian Petrus langsung bertindak yang kemudian perahu itu menjadi penuh terisi dengan ikan (Lukas 5:6). Walau kita gagal saat ini, Tuhan minta kita menebarkan jala. Mungkin saudara saat ini sedang mengalami masa dimana saudara mau menyerah, tetapi kalau saudara menyerah, saudara tidak akan mengalami mujizat Tuhan. Doa : Tuhan Yesus, masuk dalam kehidupanku berbicara dan aku mendengarkan serta melakukan apa yang Engkau perintahkan kepadaku, Amin…!! (sumber: sinodegbi.org |
||
“…Tetapi karena Engkau menyuruhku, aku akan menebarkan jala juga” (Ayat 5) Para nelayan ada ditepi pantai dan disana ada 2 perahu kosong. Perahu berada dalam keadaan kosong, yang seharusnya terisi penuh ikan. Namun melihat dengan mata rohani, bahwa perahu itu bisa terisi penuh dengan ikan. Keadaan kosong menggambarkan kebangkrutan,
