| Mengapa Allah Melakukan Mujizat? |
| Sabtu, 17 Juli 2010 | |
|
Alasan utama mengapa Allah melakukan mujizat adalah karena Allah mengasihi umat-Nya, khususnya umat-Nya yang tengah berada dalam kesesakan dan kemustahilan. Allah tentu tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya berada dalam ancaman disatu sisi, sementara disisi lain mereka tidak berdaya dan tidak dapat berbuat apapun untuk mengatasinya. Kasih Allah itu sangat hebat. Jadi, mustahil Ia menutup mata atas persoalan umat-Nya yang membutuhkan pertolongan. 1 Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 117:1-2) Misalnya pada peristiwa mujizat bangsa Israel menyeberang laut Teberau, pada saat itu bangsa Israel sedang dalam kesesakan karena terjepit dari berbagai arah,. Dibelakang ada tentara Mesir yang mengejar mereka, dan di kanan dan kiri ada bukit tinggi yang tidak mungkin dilewati, sementara di depan ada laut yang dalam yang membentang luas. Situasi yang menyesakan ini adalah situasi yang mustahil bisa diatasi hanya dengan mengandalkan kepintaran atau kekuatan manusia.. Akan tetapi Allah Yang Mahakuasa, yang mengasihi mereka tidak tinggal diam. Allah melepaskan mereka dari kesasakan dan kemustahilan itu dengan menggunakan kekuasaan-Nya tidak terbatas itu. Dan ... mujizat pun terjadi. Laut Teberau terbelah menjadi dua. Pembaca, dimana pun Anda membaca peristiwa mujizat dalam alkitab, Anda akan menemukan situasi ini: Kesesakan dan kemustahilan umat-Nya bertemu dengan kasih dan kuasa Allah, dan mujizat pun terjadi. Nasehat saya, jika pada suatu kali Anda sedang berada dalam kesesakan dan kemustahilan, jangan takut, percayalah kepada-Nya. Selama Anda bisa mempercayai bahwa Allah mengasihi dan mempunyai kuasa yang tidak terbatas untuk menolong Anda, mujizat akan terjadi. Bangsa Israel adalah satu-satunya bangsa yang sering mengalami kebenaran ini. Mereka sering mengalami mujizat sesering kesesakan dan kemustahilan yang mereka alami, Maka tidak heran kalau mereka mempunyai pujian seperti ini: Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti (Mazmur 46:2).
|

